MAKALAH TUGAS ENTREPRENEUR “Kreativitas Limbah Batok Kelapa”

LAPORAN ENTREPRENEUR DALAM PEMBUATAN KERAJINAN DARI KELAPA YANG ADA DI WILAYAH KABUPATEN SUKABUMI

Disusun Oleh:

Kelompok 3

 

  1. Ajeng Nur Fauziah
  2. Elsi Siti Jenab
  3. Eneng Retno C. Vanessa
  4. Firda Nurfadilah
  5. Halisah Agustina

 

 

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUKABUMI

KOTA SUKABUMI

TAHUN 2018/2019

KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa  yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya  sehingga kami dapat menyelesaikan laporan kerajinan  dari batok kelapa di  Sekolah Tiinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi Tahun 2018 ini dengan lancar.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga laporan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya laporan ini.

Semoga laporan ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

 

 

 

Sukabumi, Oktober 2018

 

 

Penyusun

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ...........................................................................................................

DAFTAR ISI ..........................................................................................................................

 

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang .............................................................................................................
  2. Visi Misi ......................................................................................................................
  3. Tujuan ..........................................................................................................................

 

BAB II PEMBAHASAN

  1. Mengenali Dan Peluang Usaha.....................................................................................
  2. Manajemen Resiko ......................................................................................................
  3. Mengidentifikasi Hal Menarik .....................................................................................
  4. Proses Produksi ............................................................................................................
  5. Proyeksi Arus Kas........................................................................................................

 

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan ..................................................................................................................
  2. Saran Dan Tanggapan ..................................................................................................

 

Daftar Pustaka

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Menjadi profesi bidan yang unggul di bidang kewirausahaan/interprenuership dalam bentuk praktek mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya kewirausahaan yang bergerak dibidang kesehatan sangat membantu dalam pengembangan pembangunan yang mana pada masa sekarang ini. Sebagai pelaku usaha mandiri dalam bentuk layanan jasa kesehatan dituntut untuk mengetahui dengan baik manajemen usaha. Bidan sebagai pelaku usaha mandiri dapat berhasil baik dituntut untuk mampu sebagai manajerial dan pelaksana usaha, di dukung pula kemampuan menyusun perencanaan berdasarkan visi yang diimplementasikan secara strategis dan mempunyai kemampuan personal selling yang baik guna meraih sukses. Diharapkan bidan nantinya mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai profesi dan mampu mengelola manajemen pelayanan secara profesional, serta mempunyai jiwa entrepreneur.

Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Sesuatu yang baru dan berbeda adalah nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keuanggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda.

Di Indonesia lebih tepatnya di wilayah Jawa Barat Kabupaten Sukabumi yang memiliki luas perkebunan kelapa seluas 5.138.000 hektar kepemilikan baik rakyat maupun swasta pada tahun 2016. Kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.

Dalam kehidupan, banyak tantangan hidup yang harus diatasi, dihadapi dandiselesaikan. Meliputi tantangan bersaing dalam keadaan fisik maupun mental. Hal tersebut merupakan suatu hal pemenuhan dalam kebutuhan baik rohani maupun jasmani. Didasari oleh zaman yang semakin maju, modern dan persaingan memenuhi kebutuhan yang semakin pesat.

Batang pohon kelapa dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang terkenal tahan akan cuaca dan gangguan serangga-serangga kayu. Daun kelapa dapat digunakan untuk membuat selongsong kupat. Tulang daunnya (lidi) digunakan untuk membuat sapu. Pelepah daunnya dapat digunakan sebagai kayu bakar. Kulit buahnya (serabut) dapat digunakan untuk membuat sapu. Daging buahnya yang masih muda dapat dibuat minuman, sedangkan yang sudah tua dapat digunakan sebagai bahan santan atau untuk membuat minyak goreng.

Satu hal yang menarik dalam memanfaatkan bagian-bagian kelapa adalah pada batok atau cangkang buahnya. Hal ini karena sekilas mungkin tidak terpikirkan bahwa batok kelapa mempunyai nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan buah kelapanya itu sendiri. Dengan sentuhan tangan-tangan kreatif, batok kelapa dapat menjadi benda-benda kerajinan yang mempunyai nilai guna, nilai seni, dan bahkan keduanya.

Seni kerajinan ini belum begitu luas di indonesia, perkembangan seni kerajinan ini baru muncul era tahun 90 an,  kerajian batok kelapa banyak di jumpai di daerah jawa, dan sulawesi. Munculnya kesenian ini bermula banyaknya pabrik-pabrik kelapa dan banyaknya tumbuhan kelapa di indonesia, sehingga banyak tempurung kelapa di jadikan bahan bakar sayang tidak ada guna, hal inilah masyarakat indonesia mengambil inisiatif dan membuat menjadi bahan ekonomis

Dengan factor produksi yang relative murah dan terjangkau serta mudah didapat. Kami yakin usaha yang Kami lakukan ini memiliki berbagai aspek yang dapat menguntungkan, bagi pribadi maupun orang lain. Oleh karena itu sangat besar harapan Kami dapat menjalankan, mengembangkan usaha ini dengan semaksimal mungkin.

 

  1. Visi dan Misi

Visi : Mampu mensejahterahkan masyarakat terutama bidang ekonomi.

Misi  :

  1. Meningkatkan kreaktifitas masyarakat.
  2. Menciptakan lapangan perkerjaan.
  3. Menciptakan tunjangan kesehatan bagi masyarakat

 

  1. Tujuan

Tujuan dari didirikannya Usaha dari batok kelapa ini adalah :

  1. Untuk menambah  penghasilan yang dapat gunakan untuk menunjang kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari
  2. Menciptakan tunjangan kesehatan bagi masyarakat dengan membentuk sebuah koperasi
  3. Untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam bidang berwirausaha kepada masyarakat
  4. Bisa memanfaatkan waktu luang, untuk sesuatu yang berguna
  5. Menciptakan lapanagan pekerjaan
  6. Memanfaatkan barang bekas yang tidak terpakai.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Mengenali dan Peluang Usaha
  2. Analisis peluang usaha berdasar jenis produk/jasa
  • Minat sesorang, misalnya berminat dalam dunia perdagangan, jasa atau bidang lainnya
  • Modal, apakah sudah tersedia modal awal atau belum, baik dalam bentuk uang maupun barang/mesin
  • Relasi, apakah ada keluarga atau teman yang sudah terlebih dahulu menekuni usaha yang sama.

Disamping itu, memiliki bidang usaha juga harus mempertimbangkan hal berikut:

  • Pengaruh lingkungan sekitar
  • Banyak sedikitnya permintaan masyarakat terhadap jenis usaha yang akan kita pilih
  • Kecocokan anatara kebutuhan masyarakat dengan jenis usaha tertentu
  • Banyak sedikitnya pesaing
  • Adanya kemampuan untuk bertahan dan memenangkan persaingan

Peluang usaha di bidang jasa yang sangat dibutuhkan masyarakat, antara lain seperti berikut ini :

  1. Jasa Servis

Banyak orang yang ingin mengikuti perkembangan teknologi sehingga banyak sekali dijumpai alat canggih seperti televisi, komputer, sepeda motor, bahkan mobil.

  1. Jas Hiburan

Untuk mengurangi ketegangan pikiran karena kesibukan kerja, contoh panggung hiburan seperti dangdut.

  1. Jasa Transportasi

Contoh: menyediakan angkutan antar jemput untuk mengantarkan dan mengambil limbah (kelapa).

  1. Jasa Kesehatan

Contoh memberikan sarana kebugaran, kesehatan, dan jaminan.

  1. Jasa yang lain

Contoh penyalur baik limbah maupun kerajinan.

Sedangkan pemilihan produk, berupa barang yang dapat menciptakan peluang usaha dari limbah kelapa dengan mempertimbangkan produk-produk yang:

  1. Mudah dalam pemakaian
  2. Mudah didapat
  3. Efisien dalam penggunaan
  4. Kualitas produk bernilai seni maupun guna
  5. Hemat dalam pembuatan maupun pemakaian
  6. Adanya jaminan nilai jual

 

  1. Analisis peluang usaha berdasar minat dan daya beli konsumen

Untuk mengetahui besar-kecilnya minat masyarakat terhadap usaha yang kita dirikan, kita bisa melakukan observasi. Observasi ini bisa dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung ke tempat cendramata atau kerajinan serta melalui e-commerce.

Demikian juga untuk mengetahui seberapa besar kekuatan daya beli konsumen, kita harus meneliti siapa konsumen yang akan menggunakan produk kita.

  • Apakah mereka dari kalangan atas, menengah, atau bawah?
  • Apakah mereka berpenghasilan tinggi, sedang atau rendah?
  • Apakah mereka anak-anak, remaja atau dewasa?
  • Apakah mereka orang yang tinggal di kota, desa atau pesisir pantai?
  • Apakah mereka memiliki jiwa seni atau tidak?
  • Apakah mereka konsumtif atau tidak?

 

  1. Manejemen Resiko

Manajemen resiko adalah suatu proses, yang dilakukan secara menyeluruh baik oleh dewan direksi, manajemen dan karyawan lainnya, diterapkan dalam pengaturan strategi dan di seluruh perusahaan, yang dirancang untuk mengidentifikasi potensi kejadian-kejadian yang dapat mempengaruhi perusahaan, mengelola resiko bersamaan dengan resiko, memilih teknik yang paling tepat untuk mengatasi kejadian tersebut, dan memberikan keyakinan tentang pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.

 

  1. Mengidentifikasi Dan Hal Menarik

Kami menciptakan jaminan atau tunjangan kesehatan dalam bentuk menabung dari kreativitas yang dihasilkan dari limbah kelapa yang diawali melakukan penyuluhan bagaimana cara mengelola limbah tersebut sehingga memiliki nilai seni dan nilai jual. Dimana masyarakat dapat melakukan penyortiran hasil kerajinan yang dibuat dari limbah tersebut ke koperasi dengan mendapatkan laba per produk dengan hasil 10% dari laba untuk jaminan asuransi kesehatan yang kami rencanakan.

 

  1. Proses Produksi

Salah satu contoh bentuk kerajinan dari limbah batok kelapa.

Tempat Lilin dan Permen Bertingkat dari Batok Kelapa

  1. Alat dan bahan :
  2. Bor
  3. Batok kelapa
  4. Kayu
  5. Pensil
  6. Pernis
  7. Amplas kasar dan halus
  8. Tali
  9. Gergaji
  10. Cara membuat
  11. Belah batok kelapa dengan gergaji
  12. Hilangkan serabut kelapa degan mengamplas menggunakan amplas kasar
  13. Setelah serabut sudah bersih amplas kembali dengan menggunakan amplas halus
  14. Beri tanda dengan menggunakan pensil di samping kanan dan kiri natok yang akan di bor
  15. Siapkan 2 batang kayu yang tingginya sama sebagai penyangga batok
  16. Pernislah batok dan kayu secara berulang agar warnanya lebih mengkilat
  17. Tunggu sampai kering
  18. Susun menjadi 2 tingkat dan satukan batok dengan kayu menggunakan tali
  19. Tempat lilin dan permen bertingkat sudah siap digunakan.

 

  • Potensi Dasar Kelebihan Dan Usaha

Tempat lilin dan permen bertingkat ini menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Kami menggunakan batok kelapa yang mudah dicari dan tidak merusak lingkungan. Memanfaatkan batok kelapa yang jika dibuang akan menjadi limbah dan mengubahnya menjadi barang berharga. Hal tersebut juga menjadikan produk tempat lilin dan permen bertingkat ini memiliki bentuk yang unik. Produk ini juga tahan lama dan tidak mudah rusak.

 

  • Kendala

Untuk membuat produk ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena memang cukup sulit dibuat. Di era modern ini, tidak banyak masyarakat yang menyukai kerajinan tradisional sehingga kami harus pintar-pintar dalam mempromosikannya.

 

  • Strategi Pemasaran

Dengan banyaknya produk rumah tangga yang terbuat dari batok kelapa, maka tidak heran jika muncul kerajinan dari bahan dasar sejenis yaitu batok kelapa. Untuk memperluas dan memasarkan hasil kerajinan ini, maka diperlukan strategi yang tepat  agar  produk kerajinan  ini dapat terjual sesuai sasaran. Strategi yang tepat akan menentukan bagaimana nanti produk yang dijual dapat terjual dengan cepat.

Strategi pemasaran yang akan kami lakukan yaitu bekerjasama dengan pelaku usaha souvenir pernikahan. Hasil kerajinan kami sangat cocok apabila dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Masih sangat jarang dijumpai tempat lilin dan permen dari batok kelapa yang dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Untuk itu menjadi ide baru apabila kerajinan ini dapat digunakan sebagai souvenir pernikahan. Selain itu, kami juga akan  kerjasama dengan pemilik restoran maupun rumah makan yang membutuhkan tempat lilin dan permen dari batok ini. Tempat lilin dari batok yang kami buat, selain mempunyai fungsi pakai untuk menaruh lilin, tetapi juga berfungsi sebagai tempat hias. Sehingga sangat cocok untuk restoran atau rumah makan untuk memperindah meja makan yang ada disana, sekaligus untuk mengusir lalat yang ada di sekitar meja makan tersebut. Sedangkan dibawahnya berfungsi sebagai tempat permen. Strategi lain yang akan kami lakukan yaitu dengan menitipkan hasil produk kami di pusat oleh-oleh dan pusat kerajinan. Biasanya pembeli yang mendatangi pusat oleh-oleh atau pusat kerajinan yaitu orang-orang luar kota sehingga ada kemungkinan mereka akan tertarik dan membelinya. Selain itu, kami juga akanmenjualnya  dalam acara arisan ibu-ibu.

Selain itu, strategi penjualan yang akan kami lakukan dengan cara mengiklankan produk kami melalui internet. Strategi penjualan melalui internet sangat efektif dilakukan. Kami akan memanfaatkan social media, seperti intstagram, twitter, facebook, blog, dll untuk memperluas jangkauan pemasaran produk kami. Dengan memanfaatkan social media tersebut diharapkan  banyak pembaca yang tertarik untuk membeli produk kami.

 

  • Penjualan

Dalam penjualan produk kami yaitu tempat lilin dan permen dari batok kelapa, kami akan menggunakan sistem konsinyasi dan sistem penjualan online. Dalam sistem konsinyasi kami akan bekerjasama dan  menitipkan hasil produk kami di toko pusat oleh-oleh, dan toko souvenir. Untuk bagi hasil nantinya kami akan mendiskusikannya dengan pemilik toko-toko tersebut. Untuk penjualan online, kami akan memasang iklan di beberapa  media sosial seperti instragram, facebook, twiter dll.

Tempat lilin dan permen dari batok kelapa yang kami buat yaitu bertingkat.

Fungsi  dari masing masing tingkatan ini dapat disesuaikan sendiri oleh pemakai. Tempat lilin ini sangat cocok untuk tempat lilin aromaterapi.  Kami akan menjualnya dengan harga Rp 20.000 per biji. kami akan melayani pembelian dalam jumlah sedikit ataupun banyak. Jika konsumen membeli dalam jumlah banyak , dapat memesan terlebih dahulu. Untuk konsumen yang membeli dalam jumlah banyak dapat mendapatkan diskon.

Untuk  memasarkan  produk kami agar cepat terjual atau untuk menarik orang-orang agar tertarik yaitu kami akan gencar dalam melakukan promosi. Kami akan menawarkannya di sejumlah rumah makan atau restoran.

  • Hasil Dan Pembahasan

Produk kerajinan tempat lilin dan permen bertingkat dari batok kelapa ini kami buat dengan memanfaatkan limbah buah kelapa, yaitu dengan mendaur ulang batok kelapa menjadi barang yang dapat berguna lebih di kehidupan sehari-hari. Produk ini kami buat, lalu kami jual, sehingga memperoleh laba. Dalam proses pembuatan ini diperlukan konsentrasi, kehati-hatian, ketrampilan, kreatif, dan juga kesabaran agar hasil produk maksimal sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Kemudian untuk penjualan kami juga menyertai label dan kemasan yang membuat informasi mengenai produk yang kami jual. Untuk mempromosikannya kami menggunakan media social dan juga menyebar brosur.

 

  1. Proyeksi Arus Kas

Perhitungan Modal Dan Laba

  1. Modal
  2. Batok kelapa :           Rp 5.000
  3. Amplas :           Rp 1.000
  4. Kayu :           Rp 4.000
  5. Pernis :           Rp 4.000
  6. Tali :           Rp 3.000
  7. Total anggaran : Rp 17.000
  8. Laba
  9. Biaya produksi : Rp 17.000
  10. Harga jual :           Rp 22.000
  11. Laba :           Rp 22.000 – Rp 17.000 = Rp 5.000

Maka jaminan kesehatan yang ditabung didapat dari per produk sebanyak 10% dari laba yaitu Rp. 500,-/pcs.

Misalkan dari 1 kepala keluarga menghasilkan 30 produk perbulan maka hasil yang didapat sebanyak Rp.15.000,- untuk jaminan kesehatan.

Jaminan yang didapat dikoperasi perbulan untuk kesehatan apabila 50 kepala keluarga didalam satu desa sebanyak Rp.750.000,-

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Pohon kelapa memiliki banyak manfaat. Salah satu bagian tanaman kelapa yang dapat dimanfaatkan adalah batoknya. Batok atau tempurung kelapa dapat dibuat menjadi berbagai macam kerajinan yang multifungsi, contohnya adalah tempat lilin dan permen bertingkat. Selain ramah lingkungan, bahannya mudah didapat, tempat lilin dan permen dari batok kelapa juga memiliki nilai estetika yang tinggi.

Pembuatan ini memakan waktu yang cukup lama, karena memang cukup sulit dibuat. Dalam pemasarannya, yang akan kami lakukan yaitu bekerjasama dengan pelaku usaha souvenir pernikahan, karena hasil kerajinan kami sangat cocok apabila dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Selain itu, kami memasarkan produk kami melalui media sosial. Dalam proses pembuatan ini diperlukan konsentrasi, kehati-hatian, ketrampilan, kreatif dan juga kesabaran agar hasil produk maksimal sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Kemudian, kami juga akan menyertakan label dan kemasan yang memuat informasi mengenai produk yang kami jual. Untuk mempromosikannya kami menggunakan media sosial dan brosur.

 

  1. Saran Dan Tanggapan
  2. Sebaiknya dalam menggunakan alat-alat pertukangan seperti bor dan gergaji harus berhati-hati agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan
  3. Untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai estetika tinggi harus memiliki kreativitas yang tinggi juga.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://farhanirs.blogspot.com/2018/02/laporan-kerajinan-dari-batok-kelapa.html

http://myactifityinmylife.blogspot.com/2016/01/makalah-kewirausaan-dalam-bidang.html

http://rizqaiinayah.blogspot.com/2014/07/tugas-kewirausahaan.html

Makalah ini dibuat sebagai materi Tugas MK “teknologi dan informasi” pada jurusan kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi
yang diampu oleh Geri Sugiran AS, STP