MAKALAH TUGAS ENTREPRENEUR “Kreativitas Limbah Batok Kelapa”

LAPORAN ENTREPRENEUR DALAM PEMBUATAN KERAJINAN DARI KELAPA YANG ADA DI WILAYAH KABUPATEN SUKABUMI

Disusun Oleh:

Kelompok 3

 

  1. Ajeng Nur Fauziah
  2. Elsi Siti Jenab
  3. Eneng Retno C. Vanessa
  4. Firda Nurfadilah
  5. Halisah Agustina

 

 

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUKABUMI

KOTA SUKABUMI

TAHUN 2018/2019

KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa  yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya  sehingga kami dapat menyelesaikan laporan kerajinan  dari batok kelapa di  Sekolah Tiinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi Tahun 2018 ini dengan lancar.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga laporan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya laporan ini.

Semoga laporan ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

 

 

 

Sukabumi, Oktober 2018

 

 

Penyusun

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ...........................................................................................................

DAFTAR ISI ..........................................................................................................................

 

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang .............................................................................................................
  2. Visi Misi ......................................................................................................................
  3. Tujuan ..........................................................................................................................

 

BAB II PEMBAHASAN

  1. Mengenali Dan Peluang Usaha.....................................................................................
  2. Manajemen Resiko ......................................................................................................
  3. Mengidentifikasi Hal Menarik .....................................................................................
  4. Proses Produksi ............................................................................................................
  5. Proyeksi Arus Kas........................................................................................................

 

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan ..................................................................................................................
  2. Saran Dan Tanggapan ..................................................................................................

 

Daftar Pustaka

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Menjadi profesi bidan yang unggul di bidang kewirausahaan/interprenuership dalam bentuk praktek mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya kewirausahaan yang bergerak dibidang kesehatan sangat membantu dalam pengembangan pembangunan yang mana pada masa sekarang ini. Sebagai pelaku usaha mandiri dalam bentuk layanan jasa kesehatan dituntut untuk mengetahui dengan baik manajemen usaha. Bidan sebagai pelaku usaha mandiri dapat berhasil baik dituntut untuk mampu sebagai manajerial dan pelaksana usaha, di dukung pula kemampuan menyusun perencanaan berdasarkan visi yang diimplementasikan secara strategis dan mempunyai kemampuan personal selling yang baik guna meraih sukses. Diharapkan bidan nantinya mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai profesi dan mampu mengelola manajemen pelayanan secara profesional, serta mempunyai jiwa entrepreneur.

Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Sesuatu yang baru dan berbeda adalah nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keuanggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda.

Di Indonesia lebih tepatnya di wilayah Jawa Barat Kabupaten Sukabumi yang memiliki luas perkebunan kelapa seluas 5.138.000 hektar kepemilikan baik rakyat maupun swasta pada tahun 2016. Kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.

Dalam kehidupan, banyak tantangan hidup yang harus diatasi, dihadapi dandiselesaikan. Meliputi tantangan bersaing dalam keadaan fisik maupun mental. Hal tersebut merupakan suatu hal pemenuhan dalam kebutuhan baik rohani maupun jasmani. Didasari oleh zaman yang semakin maju, modern dan persaingan memenuhi kebutuhan yang semakin pesat.

Batang pohon kelapa dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang terkenal tahan akan cuaca dan gangguan serangga-serangga kayu. Daun kelapa dapat digunakan untuk membuat selongsong kupat. Tulang daunnya (lidi) digunakan untuk membuat sapu. Pelepah daunnya dapat digunakan sebagai kayu bakar. Kulit buahnya (serabut) dapat digunakan untuk membuat sapu. Daging buahnya yang masih muda dapat dibuat minuman, sedangkan yang sudah tua dapat digunakan sebagai bahan santan atau untuk membuat minyak goreng.

Satu hal yang menarik dalam memanfaatkan bagian-bagian kelapa adalah pada batok atau cangkang buahnya. Hal ini karena sekilas mungkin tidak terpikirkan bahwa batok kelapa mempunyai nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan buah kelapanya itu sendiri. Dengan sentuhan tangan-tangan kreatif, batok kelapa dapat menjadi benda-benda kerajinan yang mempunyai nilai guna, nilai seni, dan bahkan keduanya.

Seni kerajinan ini belum begitu luas di indonesia, perkembangan seni kerajinan ini baru muncul era tahun 90 an,  kerajian batok kelapa banyak di jumpai di daerah jawa, dan sulawesi. Munculnya kesenian ini bermula banyaknya pabrik-pabrik kelapa dan banyaknya tumbuhan kelapa di indonesia, sehingga banyak tempurung kelapa di jadikan bahan bakar sayang tidak ada guna, hal inilah masyarakat indonesia mengambil inisiatif dan membuat menjadi bahan ekonomis

Dengan factor produksi yang relative murah dan terjangkau serta mudah didapat. Kami yakin usaha yang Kami lakukan ini memiliki berbagai aspek yang dapat menguntungkan, bagi pribadi maupun orang lain. Oleh karena itu sangat besar harapan Kami dapat menjalankan, mengembangkan usaha ini dengan semaksimal mungkin.

 

  1. Visi dan Misi

Visi : Mampu mensejahterahkan masyarakat terutama bidang ekonomi.

Misi  :

  1. Meningkatkan kreaktifitas masyarakat.
  2. Menciptakan lapangan perkerjaan.
  3. Menciptakan tunjangan kesehatan bagi masyarakat

 

  1. Tujuan

Tujuan dari didirikannya Usaha dari batok kelapa ini adalah :

  1. Untuk menambah  penghasilan yang dapat gunakan untuk menunjang kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari
  2. Menciptakan tunjangan kesehatan bagi masyarakat dengan membentuk sebuah koperasi
  3. Untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam bidang berwirausaha kepada masyarakat
  4. Bisa memanfaatkan waktu luang, untuk sesuatu yang berguna
  5. Menciptakan lapanagan pekerjaan
  6. Memanfaatkan barang bekas yang tidak terpakai.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Mengenali dan Peluang Usaha
  2. Analisis peluang usaha berdasar jenis produk/jasa
  • Minat sesorang, misalnya berminat dalam dunia perdagangan, jasa atau bidang lainnya
  • Modal, apakah sudah tersedia modal awal atau belum, baik dalam bentuk uang maupun barang/mesin
  • Relasi, apakah ada keluarga atau teman yang sudah terlebih dahulu menekuni usaha yang sama.

Disamping itu, memiliki bidang usaha juga harus mempertimbangkan hal berikut:

  • Pengaruh lingkungan sekitar
  • Banyak sedikitnya permintaan masyarakat terhadap jenis usaha yang akan kita pilih
  • Kecocokan anatara kebutuhan masyarakat dengan jenis usaha tertentu
  • Banyak sedikitnya pesaing
  • Adanya kemampuan untuk bertahan dan memenangkan persaingan

Peluang usaha di bidang jasa yang sangat dibutuhkan masyarakat, antara lain seperti berikut ini :

  1. Jasa Servis

Banyak orang yang ingin mengikuti perkembangan teknologi sehingga banyak sekali dijumpai alat canggih seperti televisi, komputer, sepeda motor, bahkan mobil.

  1. Jas Hiburan

Untuk mengurangi ketegangan pikiran karena kesibukan kerja, contoh panggung hiburan seperti dangdut.

  1. Jasa Transportasi

Contoh: menyediakan angkutan antar jemput untuk mengantarkan dan mengambil limbah (kelapa).

  1. Jasa Kesehatan

Contoh memberikan sarana kebugaran, kesehatan, dan jaminan.

  1. Jasa yang lain

Contoh penyalur baik limbah maupun kerajinan.

Sedangkan pemilihan produk, berupa barang yang dapat menciptakan peluang usaha dari limbah kelapa dengan mempertimbangkan produk-produk yang:

  1. Mudah dalam pemakaian
  2. Mudah didapat
  3. Efisien dalam penggunaan
  4. Kualitas produk bernilai seni maupun guna
  5. Hemat dalam pembuatan maupun pemakaian
  6. Adanya jaminan nilai jual

 

  1. Analisis peluang usaha berdasar minat dan daya beli konsumen

Untuk mengetahui besar-kecilnya minat masyarakat terhadap usaha yang kita dirikan, kita bisa melakukan observasi. Observasi ini bisa dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung ke tempat cendramata atau kerajinan serta melalui e-commerce.

Demikian juga untuk mengetahui seberapa besar kekuatan daya beli konsumen, kita harus meneliti siapa konsumen yang akan menggunakan produk kita.

  • Apakah mereka dari kalangan atas, menengah, atau bawah?
  • Apakah mereka berpenghasilan tinggi, sedang atau rendah?
  • Apakah mereka anak-anak, remaja atau dewasa?
  • Apakah mereka orang yang tinggal di kota, desa atau pesisir pantai?
  • Apakah mereka memiliki jiwa seni atau tidak?
  • Apakah mereka konsumtif atau tidak?

 

  1. Manejemen Resiko

Manajemen resiko adalah suatu proses, yang dilakukan secara menyeluruh baik oleh dewan direksi, manajemen dan karyawan lainnya, diterapkan dalam pengaturan strategi dan di seluruh perusahaan, yang dirancang untuk mengidentifikasi potensi kejadian-kejadian yang dapat mempengaruhi perusahaan, mengelola resiko bersamaan dengan resiko, memilih teknik yang paling tepat untuk mengatasi kejadian tersebut, dan memberikan keyakinan tentang pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.

 

  1. Mengidentifikasi Dan Hal Menarik

Kami menciptakan jaminan atau tunjangan kesehatan dalam bentuk menabung dari kreativitas yang dihasilkan dari limbah kelapa yang diawali melakukan penyuluhan bagaimana cara mengelola limbah tersebut sehingga memiliki nilai seni dan nilai jual. Dimana masyarakat dapat melakukan penyortiran hasil kerajinan yang dibuat dari limbah tersebut ke koperasi dengan mendapatkan laba per produk dengan hasil 10% dari laba untuk jaminan asuransi kesehatan yang kami rencanakan.

 

  1. Proses Produksi

Salah satu contoh bentuk kerajinan dari limbah batok kelapa.

Tempat Lilin dan Permen Bertingkat dari Batok Kelapa

  1. Alat dan bahan :
  2. Bor
  3. Batok kelapa
  4. Kayu
  5. Pensil
  6. Pernis
  7. Amplas kasar dan halus
  8. Tali
  9. Gergaji
  10. Cara membuat
  11. Belah batok kelapa dengan gergaji
  12. Hilangkan serabut kelapa degan mengamplas menggunakan amplas kasar
  13. Setelah serabut sudah bersih amplas kembali dengan menggunakan amplas halus
  14. Beri tanda dengan menggunakan pensil di samping kanan dan kiri natok yang akan di bor
  15. Siapkan 2 batang kayu yang tingginya sama sebagai penyangga batok
  16. Pernislah batok dan kayu secara berulang agar warnanya lebih mengkilat
  17. Tunggu sampai kering
  18. Susun menjadi 2 tingkat dan satukan batok dengan kayu menggunakan tali
  19. Tempat lilin dan permen bertingkat sudah siap digunakan.

 

  • Potensi Dasar Kelebihan Dan Usaha

Tempat lilin dan permen bertingkat ini menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Kami menggunakan batok kelapa yang mudah dicari dan tidak merusak lingkungan. Memanfaatkan batok kelapa yang jika dibuang akan menjadi limbah dan mengubahnya menjadi barang berharga. Hal tersebut juga menjadikan produk tempat lilin dan permen bertingkat ini memiliki bentuk yang unik. Produk ini juga tahan lama dan tidak mudah rusak.

 

  • Kendala

Untuk membuat produk ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena memang cukup sulit dibuat. Di era modern ini, tidak banyak masyarakat yang menyukai kerajinan tradisional sehingga kami harus pintar-pintar dalam mempromosikannya.

 

  • Strategi Pemasaran

Dengan banyaknya produk rumah tangga yang terbuat dari batok kelapa, maka tidak heran jika muncul kerajinan dari bahan dasar sejenis yaitu batok kelapa. Untuk memperluas dan memasarkan hasil kerajinan ini, maka diperlukan strategi yang tepat  agar  produk kerajinan  ini dapat terjual sesuai sasaran. Strategi yang tepat akan menentukan bagaimana nanti produk yang dijual dapat terjual dengan cepat.

Strategi pemasaran yang akan kami lakukan yaitu bekerjasama dengan pelaku usaha souvenir pernikahan. Hasil kerajinan kami sangat cocok apabila dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Masih sangat jarang dijumpai tempat lilin dan permen dari batok kelapa yang dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Untuk itu menjadi ide baru apabila kerajinan ini dapat digunakan sebagai souvenir pernikahan. Selain itu, kami juga akan  kerjasama dengan pemilik restoran maupun rumah makan yang membutuhkan tempat lilin dan permen dari batok ini. Tempat lilin dari batok yang kami buat, selain mempunyai fungsi pakai untuk menaruh lilin, tetapi juga berfungsi sebagai tempat hias. Sehingga sangat cocok untuk restoran atau rumah makan untuk memperindah meja makan yang ada disana, sekaligus untuk mengusir lalat yang ada di sekitar meja makan tersebut. Sedangkan dibawahnya berfungsi sebagai tempat permen. Strategi lain yang akan kami lakukan yaitu dengan menitipkan hasil produk kami di pusat oleh-oleh dan pusat kerajinan. Biasanya pembeli yang mendatangi pusat oleh-oleh atau pusat kerajinan yaitu orang-orang luar kota sehingga ada kemungkinan mereka akan tertarik dan membelinya. Selain itu, kami juga akanmenjualnya  dalam acara arisan ibu-ibu.

Selain itu, strategi penjualan yang akan kami lakukan dengan cara mengiklankan produk kami melalui internet. Strategi penjualan melalui internet sangat efektif dilakukan. Kami akan memanfaatkan social media, seperti intstagram, twitter, facebook, blog, dll untuk memperluas jangkauan pemasaran produk kami. Dengan memanfaatkan social media tersebut diharapkan  banyak pembaca yang tertarik untuk membeli produk kami.

 

  • Penjualan

Dalam penjualan produk kami yaitu tempat lilin dan permen dari batok kelapa, kami akan menggunakan sistem konsinyasi dan sistem penjualan online. Dalam sistem konsinyasi kami akan bekerjasama dan  menitipkan hasil produk kami di toko pusat oleh-oleh, dan toko souvenir. Untuk bagi hasil nantinya kami akan mendiskusikannya dengan pemilik toko-toko tersebut. Untuk penjualan online, kami akan memasang iklan di beberapa  media sosial seperti instragram, facebook, twiter dll.

Tempat lilin dan permen dari batok kelapa yang kami buat yaitu bertingkat.

Fungsi  dari masing masing tingkatan ini dapat disesuaikan sendiri oleh pemakai. Tempat lilin ini sangat cocok untuk tempat lilin aromaterapi.  Kami akan menjualnya dengan harga Rp 20.000 per biji. kami akan melayani pembelian dalam jumlah sedikit ataupun banyak. Jika konsumen membeli dalam jumlah banyak , dapat memesan terlebih dahulu. Untuk konsumen yang membeli dalam jumlah banyak dapat mendapatkan diskon.

Untuk  memasarkan  produk kami agar cepat terjual atau untuk menarik orang-orang agar tertarik yaitu kami akan gencar dalam melakukan promosi. Kami akan menawarkannya di sejumlah rumah makan atau restoran.

  • Hasil Dan Pembahasan

Produk kerajinan tempat lilin dan permen bertingkat dari batok kelapa ini kami buat dengan memanfaatkan limbah buah kelapa, yaitu dengan mendaur ulang batok kelapa menjadi barang yang dapat berguna lebih di kehidupan sehari-hari. Produk ini kami buat, lalu kami jual, sehingga memperoleh laba. Dalam proses pembuatan ini diperlukan konsentrasi, kehati-hatian, ketrampilan, kreatif, dan juga kesabaran agar hasil produk maksimal sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Kemudian untuk penjualan kami juga menyertai label dan kemasan yang membuat informasi mengenai produk yang kami jual. Untuk mempromosikannya kami menggunakan media social dan juga menyebar brosur.

 

  1. Proyeksi Arus Kas

Perhitungan Modal Dan Laba

  1. Modal
  2. Batok kelapa :           Rp 5.000
  3. Amplas :           Rp 1.000
  4. Kayu :           Rp 4.000
  5. Pernis :           Rp 4.000
  6. Tali :           Rp 3.000
  7. Total anggaran : Rp 17.000
  8. Laba
  9. Biaya produksi : Rp 17.000
  10. Harga jual :           Rp 22.000
  11. Laba :           Rp 22.000 – Rp 17.000 = Rp 5.000

Maka jaminan kesehatan yang ditabung didapat dari per produk sebanyak 10% dari laba yaitu Rp. 500,-/pcs.

Misalkan dari 1 kepala keluarga menghasilkan 30 produk perbulan maka hasil yang didapat sebanyak Rp.15.000,- untuk jaminan kesehatan.

Jaminan yang didapat dikoperasi perbulan untuk kesehatan apabila 50 kepala keluarga didalam satu desa sebanyak Rp.750.000,-

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Pohon kelapa memiliki banyak manfaat. Salah satu bagian tanaman kelapa yang dapat dimanfaatkan adalah batoknya. Batok atau tempurung kelapa dapat dibuat menjadi berbagai macam kerajinan yang multifungsi, contohnya adalah tempat lilin dan permen bertingkat. Selain ramah lingkungan, bahannya mudah didapat, tempat lilin dan permen dari batok kelapa juga memiliki nilai estetika yang tinggi.

Pembuatan ini memakan waktu yang cukup lama, karena memang cukup sulit dibuat. Dalam pemasarannya, yang akan kami lakukan yaitu bekerjasama dengan pelaku usaha souvenir pernikahan, karena hasil kerajinan kami sangat cocok apabila dijadikan sebagai souvenir pernikahan. Selain itu, kami memasarkan produk kami melalui media sosial. Dalam proses pembuatan ini diperlukan konsentrasi, kehati-hatian, ketrampilan, kreatif dan juga kesabaran agar hasil produk maksimal sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Kemudian, kami juga akan menyertakan label dan kemasan yang memuat informasi mengenai produk yang kami jual. Untuk mempromosikannya kami menggunakan media sosial dan brosur.

 

  1. Saran Dan Tanggapan
  2. Sebaiknya dalam menggunakan alat-alat pertukangan seperti bor dan gergaji harus berhati-hati agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan
  3. Untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai estetika tinggi harus memiliki kreativitas yang tinggi juga.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://farhanirs.blogspot.com/2018/02/laporan-kerajinan-dari-batok-kelapa.html

http://myactifityinmylife.blogspot.com/2016/01/makalah-kewirausaan-dalam-bidang.html

http://rizqaiinayah.blogspot.com/2014/07/tugas-kewirausahaan.html

Makalah ini dibuat sebagai materi Tugas MK “teknologi dan informasi” pada jurusan kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi
yang diampu oleh Geri Sugiran AS, STP

“BERBAGI ITU INDAH” Berbuat Baiklah, Niscaya Kebaikan Menyertaimu ?

KELOMPOK 3

Cast

Mahasiswa Baik 1 - Halisah Agustina

Mahasiswa Baik 2 - Elsi Siti Jenab

Mahasiswa Sombong - Ajeng Nur Fauziah

Pengemis - Firda Nurfadilah

Penulis Skenario

Elsi Siti Jenab

Kameramen

Eneng Retno C.V

Editor

Eneng Retno C.V

SINOPSIS

Seorang mahasiswa yang mempunyai sisi kemanusiaan tinggi dan berempati pada seorang pengemis yang sedang kelaparan. Sesama perempuan, dia lebih memilih sisi kemanusiaannya dibanding egonya sendiri. Dia memberikan makanan yang baru saja dibelinya disebuah warung makan kepada pengemis itu, padahal dirinya sendiri sudah kelaparan dan hanya memiliki uang untuk membeli 1 porsi makan itu saja. Karena ia yakin bahwa Allah SWT pasti akan mengganti segala kebaikan yang telah diperbuatnya.
Dan akhirnya Allah SWT membalas kebaikannya langsung pada hari itu juga.

FILM PENDEK

PENGALAMAN MEMBUAT FILM PENDEK

Alhamdulillah akhirnya pengalaman saya bertambah memang bukan pengalaman pertama untuk membuat hal seperti ini, sewaktu saya SMA saya sering membuat seperti ini dimulai dari film yang durasi nya panjang disana saya hanya ikut berperan sebagai pemeran saja selanjutnya membuat video penjelasan tentang salah satu materi di mata pelajaran Biologi disini saya mulai berkembang dimulai dari kameramen pemain dan editor saya lakukan, mulai dari sini lah saya tau beberapa aplikasi untuk edit video dll, dilanjut dengan pembuatan video yang hampir sama seperti ini bedanya video ini isi konten nya tentang kelucuan saya lupa nama nya apa disini saya di tuntut untuk bisa berdialog menggunakan bahasa inggris karena disini saya juga hanya sebagai pemeran saja dan ini berkaitan dengan mata pelajaran bahasa inggris dan apa yang membuat saya berbicara bahwa disini pengalaman saya bertambah di karenakan untuk pertama kalinya saya dan teman2 di tuntut untuk membuat video dalam waktu sesingkat singkat nya tanpa ada persiapan sama sekali dan ini sangat luar biasa menurut saya. Disini saya di tunjuk oleh teman-teman untuk menjadi pemeran antagonis mungkin bisa di sebut seperti itu, menurut teman-teman mimik muka saya sangat cocok untuk peran seperti ini, padahal dalam dunia nyata saya tidak seperti itu ko haha, disini saya di tuntut untuk tetap konsisten menjaga mimik muka saya agar terlihat seperti orang sombong jutek dan sejenisnya, diperjelas bahwa saya disini berperan sebagai mahasiswa sombong yang urakan tidak tau sopan santun tidak pernah perduli akan perasaan orang lain dan keadaan sekitar, sejujurnya saya disini ingin sekali tertawa karena itu yang berat nya saya harus memerankan yang bukan saya di kehidupan nyata, saya harus memerankan orang lain, saya harus menjaga mimik muka saya, ya seperti itulah. menurut saya teman-teman harus ambil pesan yang di sampaikan di film pendek ini janganlah ikuti orang seperti peran saya ini, karena kita hidup menjadi orang sosial membutuhkan orang lain, mungkin hidup kalian sedang di atas tapi ingat roda terus berputar yang roda kehidupan pun seperti itu kita tidak tau apakah kita akan selalu di atas atau di bawah, yang pasti berbuat baiklah teman-teman, tidak rugi sama sekali kita berbuat baik, amal kita bertambah orang-orang di sekitar kita juga akan banyak sekali yang suka terhadap kita hehe, selalu ingat bahwa mungkin di ending film ini kebaikan langsung menghampiri si pembuat kebaikan tapi semisal kebaikan itu belum menghampiri, ingat sang pencipta kita yaitu Allah SWT tidak tidur, tidak pun dibalas di dunia saya yakin di akhirat nanti kebaikan kalian akan terbalaskan.

KOMENTAR

Selain membuat film ini ternyata kita harus publikasi juga dan aplikasi yang di pakai adalah instagram, nah disini kita juga di tuntut untuk saling mengomentari loh dan saya juga di tunjuk oleh teman-teman kelompok saya untuk menjadi perwakilan kelompok saya dalam hal mengomentari haha, sungguh luar biasa ini lebih susah loh saya salut sama para juri haha, ya saya seolah menempatkan diri saya sebagai juri tidak untuk menentukan pemenang tapi saya disini selain penonton jadi penilai juga, sebisa mungkin saya berkomentar yang baik ada krtitik tapi yang membangun dan tidak lupa di akhir saya selalu menyempatkan untuk memberi semangat.

Selanjutnya untuk film pendek kelompok saya ini pasti teman-teman kelompok lain juga ikut berkomentar untuk secara keseluruhan saya tarik kesimpulan dari apa yang mereka komentari adalah kelebihan menurut para komentator dari teman kelompok lain, film pendek yang kami buat pesan moral nya sudah bisa disampaikan dengan baik, proses editing pun apik namun yang disayangkan adalah film  terlihat seperti terburu-buru dan terlalu cepat dibagian pesan moralnya dan juga ada yang berpendapat bahwa bagian klimaks nya kurang jelas.

Untuk yang sudah menonton film pendek ini semoga pesannya bisa di ambil dan di amalkan dengan baik yang jelek nya di buang saja, untuk yang belum menonton di perkenankan untuk segera di tonton, untuk kurangnya kami menerima dengan baik dan menjadi tolak ukur agar kami melakukan dengan lebih baik lagi untuk yang baiknya semoga bisa kami tingkatkan lagi.

Film pendek ini dibuat sebagai materi Tugas MK “teknologi dan informasi” pada jurusan kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi
yang diampu oleh Geri Sugiran AS, STP

Review Jurnal “MEDIA INFORMASI KESEHATAN BAGI MASYARAKAT MENENGAH BERBASIS SMS GATEWAY”

Jurnal MEDIA INFORMASI KESEHATAN BAGI MASYARAKAT MENENGAH BERBASIS SMS GATEWAY

Halaman url : https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=jurnal+informatika+vol.9+no.1+2015&btnG=#d=gs_qabs&p=&u=%23p%3DgLKK-eccmG0J

Jurnal Informatika Vol. 9 , No.1, Januari 2015
Terindeksasi oleh : Scholar Google, Neliti
Hasil pencarian menggunakan Search Engine Index by Scholar Google pada tanggal 16 Oktober 2018 jam 12.25
File Jurnal berupa PDF

Media informasi kesehatan masyarakat ini merupakan sistem pengolahan data dan
informasi kesehatan di semua tingkat pemerintahan secara sistematis dan terpadu untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Media informasi ini terdiri dari data, manusia dan proses serta kombinasi
perangkat keras, perangkat lunak dan teknologi informasi. Penggunaan media informasi ini terdiri dari 3 tahap yaitu pemasukan data, pemrosesan dan pengeluaran informasi. Media informasi kesehatan ini menggunakan metode semi-blocking atau harus sesuai dengan kata kunci yang ada pada database.

Berdasarkan hasil perancangan disediakan 3 jenis informasi
yaitu: gejala, pencegahan, dan pengobatan dari suatu penyakit yang umum dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Jenis penyakit yang bisa dikenali oleh sistem mampu mencapai hingga 1000 jenis, sehingga akan membantu masyarakat mendapatkan informasi untuk mendukung keputusan tindakan yang akan dilakukan saat darurat secara cepat, kapan saja dan dimana saja sedangkan waktu respon rata-rata SMS sekitarnya 6 detik tergantung kualitas sinyal dan trafic data dari suatu provider oleh pengguna.

Kesehatan adalah rahmat karunia dari Tuhan yang sangat berharga dan harus kita syukuri. Apapun akan kita lakukan untuk kembali sehat tatkala badan sudah menunjukkan gejala tidak sehat maupun sedang sakit. Pola hidup seperti, menu makanan, kondisi lingkungan serta rendahnya tingkat kesadaran untuk hidup sehat adalah faktor yang dominan sebagai penyebab kurang sehatnya tubuh. Bagi lingkungan perkotaan yang dengan mudah mendapatkan fasilitas dan juga informasi kesehatan, tentu tingkat kesadaran akan pentingnya kesehatan relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah pinggiran maupun pelosok.

Dengan teknologi jaringan komunikasi nirkabel serta kemampuan masyarakat saat
ini untuk memiliki perangkat pendukungnya, dalam hal ini hand set komunikasi, yang sudah bisa diperoleh dengan harga yang sangat terjangkau, akan memudahkan dan mempercepat distribusi informasi kepada masyarakat. Seperti kita ketahui saat ini bahwasannya masyarakat kota hingga pelosok sudah tidak asing lagi dengan piranti hand phone (HP) yang bisa melakukan komunikasi suara maupun data (GPRS, MMS dan SMS). Untuk itulah dalam penelitian ini fokus terhadap penyebaran informasi kesehatan melalui layanan pesan singkat (Short Message Service – SMS) dengan beberapa alasan, yaitu murahnya biaya penggunaan yang tidak membebani masyarakat secara berlebih serta masih jarang sekali pola penyebaran informasi kesehatan pada masyarakat menggunakan metode tersebut. Dan semua itu sangat mungkin dilakukan dengan penerapan teknologi saat ini. Sehingga untuk itulah penelitian ini akan dilakukan yang pada akhirnya mampu menjawab persoalan yang ada dan benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas terutama masyarakat yang jauh dari kemudahan akses informasi kesehatan layaknya di wilayah kota. Sehingga kesadaran akan kesehatan akan muncul
dari semua kalangan masyarakat di Indonesia, tua, muda, di kota maupun di desa.

Sistem informasi kesehatan merupakan suatu pengelolaan informasi di seluruh tingkat pemerintah secara sistematis dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat. Peraturan perundang-undangan yang menyebutkan sistem informasi kesehatan adalah Kepmenkes Nomor 004/Menkes/SK/I/2003 tentang kebijakan dan strategi desentralisasi bidang kesehatan dan Kepmenkes Nomor 932/Menkes/SK/VIII/2002 tentang petunjuk pelaksanaan pengembangan sistem laporan informasi kesehatan Kabupaten/Kota. Hanya saja dari isi kedua Kepmenkes mengandung kelemahan dimana keduanya hanya memandang sistem informasi kesehatan dari sudut pandang manejemen kesehatan, tidak memanfaatkan state of the art teknologi informasi serta tidak berkaitan dengan sistem informasi nasional. Teknologi informasi dan komunikasi juga belum dijabarkan secara detail sehingga data yang disajikan tidak tepat dan tidak tepat waktu.
Sistem informasi, pada dasarnya terdiri dari minimal 2 aspek yang harus berjalan
secara selaras, yaitu aspek manual dan aspek yang terotomatisasi (aspek komputer).

SMS (Short Message Service) bukan hal baru pada teknologi mobile, tetapi penggunaannya seolah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, dan mungkin SMS termasuk kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari. Perkembangan teknologi mobile seperti EMS, MMS, ringtone, gambar, ataupun video conference, cara bertukar informasi dengan SMS yang menggunakan teks sederhana masih tetap menjadi pilihan utama. Short Message Service (SMS) adalah layanan komunikasi standar dalam sistem komunikasi selular, dengan menggunakan protokol komunikasi standar yang memungkinkan pertukaran pesan teks singkat antara perangkat telepon selular.

Membangun aplikasi SMS gateway tidak memerlukan modal yang besar, yang penting minimal memiliki komputer beserta handphone, kabel data (kabel berantarmuka serial yang dapat menghubungkan ponsel dengan komputer) dan aplikasi. Namun untuk keperluan pelayanan kepada masyarakat, sebaiknya menggunakan modem GSM yang spesifik digunakan untuk SMS gateway.

(Ade Hadiono, 2010) melakukan penelitian tentang penerapan aplikasi basis data yang berisi informasi daftar obat dan referensi kesehatan yang umumnya diperlukan masyarakat dengan memanfaatkan jaringan internet. Dari hasil penelitian yang dilakukan membuktikan penggunaan basis data kesehatan sangat membantu masyarakat untuk mengetahui daftar obat serta kaitannya dengan penyakit yang ada sehingga membantu sekali bagi masyarakat dalam mengetahui jenis obat dan manfaatnya untuk menentukan tindakan pencegahan maupun pengobatan suatu
penyakit. Namun informasi yang tersedia berdasarkan jenis-jenis obat yang ada dan tidak berdasarkan penyakitnya sehingga informasi ini hanya penguat saja terhadap resep yang diberikan dokter untuk menelusuri informasi lebih detailnya, dan informasi ini hanya bisa diakses dengan media internet saja.

METODE PENELITIAN

Model yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk purwarupa (mock up)
yang bisa diaplikasikan langsung terhadap subjek penelitian yaitu masyarakat yang bisa langsung mengakses sistem informasi kesehatan sesuai dengan masalah yang ingin diketahui detailnya.

Materi Penelitian

Materi penelitian yang akan dikaji menyangkut pada teknis penerapan dan pengujian sistem yang terdiri dari beberapa hal:
1) Protokol komunikasi APRS.
2) Protokol komunikasi TCP/IP.
3) Data-data variabel untuk layanan informasi kesehatan masyarakat.
4) Pengolahan dan penyajian data-data variabel berbasis SMS (Short Message Service).

Rancangan Penelitian
Selanjutnya akan dirancang sistem informasi kesehatan untuk membuktikan dan menguji rumusan masalah yang digunakan.
Terdapat beberapa bagian dalam rancangan sistem, yaitu:

1) Server SMS (Short Message Service)
Bagian ini berfungsi sebagai pengelola fasilitas pesan singkat (SMS) baik yang masuk maupun yang keluar. Sehingga dipastikan tidak terjadi kekacauan fasilitas pelayanan informasi kesehatan pada masyarakat saat terjadi akumulasi pesan singkat dalam kapasitas besar. Dalam pelaksanaannya berupa sebuah komputer.

2) Modem GSM/CDMA
Untuk menghubungkan komputer server dengan jaringan GSM/CDMA sebagai penyedia layanan pesan singkat (SMS) dibutuhkan piranti modem yang membantu
baik menerima pesan singkat yang masuk maupun pesan singkat yang keluar dalam kapasitas yang besar.

3) Server Basis Data
Server basis data tidak seperti server SMS yang berupa perangkat keras, namun server basis data berupa perangkat lunak yang akan mengelola semua informasi yang akan digunakan.

4) Perangkat Lunak SMS Gateway
Di dalam server SMS akan menjalankan perangkat lunak SMS Gateway yang menggunakan aplikasi gratis yaitu GAMMU. Aplikasi ini sebenarnya beroperasi juga
dengan memanfaatkan basis data MySQL dan PHP.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Perangkat lunak SMS Gateway yang digunakan pada sistem informasi kesehatan masyarakat hasil pengembangan selama penelitian ini terdiri dari beberapa bagian.
- Graphical User Interface (GUI)
Merupakan tampilan default dari perangkat lunak yang menunjukkan isi dari basis data sistem, berupa jenis, gejala, pencegahan, dan pengobatan penyakit.

- Pengaturan Komunikasi
Menu pengaturan ini dibutuhkan agar perangkat lunak bisa berkomunikasi dengan
perangkat keras modem GSM untuk menjalankan fungsi SMS Gateway. Parameter
pengaturan komunikasi terbagi menjadi beberapa bagian :
1) Port Komunikasi: digunakan untuk menentukan lokasi port serial dimana perangkat keras modem GSM terpasang.
2) Baud Rate: digunakan untuk menentukan kecepatan transmisi data antara komputer
dengan modem GSM. Secara default bernilai 9600 bps.
3) Data Bits: digunakan untuk menentukan lebar bit data komunikasi serial. Secara
default bernilai 8-bit.
4) Stop Bits: digunakan untuk menentukan stop bit data komunikasi serial. Secara default bernilai 1-bit.
5) Parity: digunakan untuk menentukan parity bit data komunikasi serial. Secara default
bernilai NONE.
6) Flow Control: digunakan untuk menentukan metode Flow Control data komunikasi
serial. Secara default bernilai NONE.

- Antarmuka Basis Data
Bagian ini digunakan untuk membuat database baru, merubah database, maupun menghapus database. Terdapat 4 bagian isian, yaitu: parameter kata kunci yang digunakan untuk menentukan kata kunci penyakit yang ingin diketahui oleh masyarakat, informasi gejala penyakit yang menyertai berdasarkan kata kuncinya, informasi pencegahan terhadap penyakit sesuai kata kuncinya, dan informasi
pengobatan terhadap penyakit sesuai kata kuncinya.
Setiap SMS yang masuk dari masyarakat harus mengandung 2 parameter, yaitu kata kunci utama (jenis penyakit) dan kata kunci lain, yaitu kata: “GEJALA”/“CEGAH”/“OBAT”.

- Antarmuka Piranti Modem GSM
Bagian ini berfungsi untuk antarmuka komunikasi serial dengan modem GSM dalam rangka pengaturan/pengamatan kinerja perangkat keras.

- SMS Console
Bagian ini berfungsi untuk menampilkan informasi SMS masuk maupun SMS yang
akan dikirimkan.

Hasil Unjuk Kerja Sistem dan Penyajian Data Pada bahasan hasil yang sudah dicapai, ditunjukkan 3 bagian yang bisa mewakili kinerja dari respon sistem informasi kesehatan masyarakat berbasis SMS Gateway.

1) Informasi Gejala Penyakit
Dari Gambar 13 nampak kemampuan pengenalan isi pesan dari pengguna yang berbeda polanya namun bisa dikenali sebagai permintaan informasi gejala suatu penyakit.

2) Informasi Pencegahan Penyakit
Dari Gambar 14 nampak kemampuan pengenalan isi pesan dari pengguna yang berbeda polanya namun bisa dikenali sebagai permintaan informasi pencegahan suatu penyakit.

3) Informasi Pengobatan Penyakit
Dari Gambar 15 nampak kemampuan pengenalan isi pesan dari pengguna yang berbeda polanya namun bisa dikenali sebagai permintaan informasi pengobatan suatu penyakit.

KESIMPULAN

Dalam perancangan dan pembuatan perangkat lunak SMS Gateway untuk sistem informasi kesehatan yang dijadikan sebagai bahan penelitian yang sudah dilakukan ini diperoleh beberapa kesimpulan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan pengembangannya ke depan, yaitu antara lain:

a. Sistem informasi kesehatan masyarakat ini memanfaatkan layanan pesan singkat sangat efektif dan murah sehingga masyarakat mudah untuk mengakses informasi seputar penyakit kapan saja dan di mana saja secara cepat.
b. Database informasi penyakit bisa di-update secara dinamis dan mudah berdasarkan dinamika penyakit yang ada.
c. Parameter informasi masih sangat mungkin dikembangkan lebih dari 3 paramater (gejala, pencegahan, dan pengobatan). Misal ditambahkan parameter lain: sebab, klinik/dokter rujukan, dan sebagainya.
d. Waktu respon rata-rata SMS sekitarnya 6 detik tergantung kualitas sinyal dan trafic data dari suatu provider oleh pengguna.
e. Bisa diterapkan sistem kecerdasan buatan untuk mengenali pola isi pesan oleh pengguna, sehingga kemampuan untuk mentoleransi kesalahan tulis bisa semakin baik. Hal ini akan lebih memudahkan pengguna yang kurang begitu mengerti ejaan yang benar dari suatu nama penyakit.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Ade Hadiono (2010), Sistem Informasi Daftar Obat dan Kesehatan Keluarga
Indonesia melalui Internet., Jurnal Ilmiah Niagara Vol. 1 No. 1, April 2010.
[2] Joko Lianto Buliali, Suhadi Lili, Deddy Cahyadi (2007), Sistem Pencatatan
Informasi Medis Berbasis Teknologi Microsoft .Net. Jurnal Informatika Vol. 3
No.1: 97-118, Juni 2007.
[3] Kemenkes RI. (2009). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
http://depkes.go.id
[4] Kemenkes RI. (2007). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 837 tahun 2007
tentang Pengembangan Jaringan Komputer Online Sistem Informasi Kesehatan
Nasional. http://depkes.go.id
[5] Sugiono (2007), Perancangan Sistem Informasi Appointment Pasien Berbasis Sms
(Short Message Service) Di Rumah Bersalin Dan Balai Pengobatan (RBBP)
Rajawali Citra Bantul Yogyakarta. Seminar Nasional Teknologi (SNT 2007),
ISSN : 1978 –9777, 2007.

Review ini dibuat sebagai materi Tugas MK “teknologi dan informasi” pada jurusan kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi
yang diampu oleh Geri Sugiran AS, STP